
POTRETBANDUNG – Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin meninjau teknologi dan fasilitas produksi elektronika pertahanan PT Len Industri (Persero), mulai dari radar, pesawat tanpa awak atau drone, hingga sistem komunikasi taktis dan optronik.
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kesiapan industri dalam negeri untuk mendukung modernisasi dan kemandirian pertahanan nasional.
Di fasilitas produksi Len, Sjafrie meninjau proses pengembangan perangkat elektronika pertahanan, termasuk alat komunikasi. Proses tersebut mencakup perancangan, produksi, integrasi, pengujian fungsi, hingga penjaminan mutu produk.
Kesiapan fasilitas dan kemampuan produksi dibutuhkan untuk memastikan kualitas produk sekaligus mendukung pemenuhan kebutuhan pertahanan nasional.
Integrasi radar dan drone
Dalam kunjungan tersebut, turut ditinjau potensi integrasi teknologi radar dan drone untuk mendukung pemantauan kondisi operasional secara lebih menyeluruh.
Pengembangan ini menggunakan pendekatan interoperabilitas, yakni kemampuan berbagai sistem dan perangkat untuk saling terhubung, bertukar informasi, serta bekerja secara terpadu.
Dengan pendekatan tersebut, perangkat pertahanan dikembangkan agar dapat mendukung satu sama lain dalam pelaksanaan operasi.
Sjafrie menyampaikan bahwa industri pertahanan dalam negeri perlu terus diperkuat agar semakin mandiri, menguasai teknologi, dan mampu memenuhi kebutuhan pertahanan nasional.
Perkuat kemampuan industri dalam negeri
Direktur Utama PT Len Industri, Joga Dharma Setiawan, mengatakan, perusahaan terus mengembangkan kemampuan elektronika pertahanan sekaligus memperkuat kerja sama dengan berbagai pihak.
“PT Len Industri terus memperkuat perannya sebagai integrator sistem elektronika pertahanan melalui pengembangan kapabilitas teknologi, penguatan ekosistem industri nasional, serta kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan,” ujar Joga dalam keterangan perusahaan.
Menurut dia, pengembangan teknologi perlu disesuaikan dengan kebutuhan pengguna serta diarahkan untuk meningkatkan kandungan dan kemampuan industri dalam negeri.
“Kami berkomitmen untuk menghadirkan solusi teknologi yang sesuai dengan kebutuhan pengguna, meningkatkan kandungan dan kemampuan industri dalam negeri, serta memperkuat kemandirian pertahanan Indonesia,” katanya dalam rilisnya, Kamis (29/10/2026).
Sebagai induk Holding Industri Pertahanan DEFEND ID, Len mengembangkan dan mengintegrasikan teknologi elektronika pertahanan melalui riset serta peningkatan kesiapan fasilitas produksi dan pengujian.
Pengembangan tersebut juga melibatkan kerja sama dengan Kementerian Pertahanan, TNI, perguruan tinggi, dan industri nasional.
