
POTRETBANDUNG.ID — Fotografi jurnalistik menjadi salah satu keterampilan penting bagi agen humas perguruan tinggi dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat. Foto yang tepat tidak hanya memperkuat berita, tetapi juga membantu publik memahami peristiwa dan menangkap pesan dari setiap kegiatan kampus.
Hal tersebut menjadi salah satu materi dalam pelatihan kehumasan yang diselenggarakan Sekretariat Pimpinan dan Kehumasan Universitas Islam Bandung (Unisba) di ruang pertemuan Gedung LPPM Unisba, Kamis (22/10/2026). Dalam kegiatan tersebut, Yogi Ardhi, wartawan foto PotretBandung.id , berbagi pengetahuan mengenai fotografi jurnalistik untuk kebutuhan media sosial dan pemberitaan di Kampus.

Pelatihan ini diikuti agen humas fakultas, badan, dan lembaga, serta pengelola website di lingkungan Unisba. Selain fotografi jurnalistik, peserta mendapatkan materi penulisan berita, public speaking, hingga pengelolaan website untuk mendukung penyebaran informasi kegiatan dan capaian kampus.
Dalam materi fotografi jurnalistik, peserta diperkenalkan pada pentingnya menghasilkan foto yang tidak sekadar menarik secara visual, tetapi juga memiliki nilai informasi. Foto kegiatan kampus, misalnya, perlu mampu memperlihatkan siapa yang terlibat, apa yang dilakukan, serta suasana atau pesan penting dari peristiwa yang berlangsung.

Bagi agen humas, kemampuan membaca situasi dan menentukan momen menjadi bekal penting ketika mendokumentasikan kegiatan. Pemilihan sudut pengambilan gambar, komposisi, pencahayaan, hingga ketepatan waktu menekan tombol rana turut menentukan kekuatan sebuah foto dalam mendukung pemberitaan.
Foto juga harus memiliki konteks yang jelas. Dokumentasi kegiatan tidak cukup hanya menampilkan deretan orang yang berpose di depan kamera. Foto yang kuat dapat memperlihatkan aktivitas, interaksi, ekspresi, dan detail yang membantu pembaca memahami substansi acara.

Di tengah penggunaan media sosial sebagai salah satu saluran komunikasi institusi, foto jurnalistik juga dituntut mampu menyampaikan pesan secara cepat dan efektif. Karena itu, pengelola informasi kampus perlu mempertimbangkan kesesuaian foto dengan isi berita, akurasi keterangan foto, serta etika dalam mendokumentasikan narasumber dan peserta kegiatan.
Kepala Sekretariat Pimpinan dan Kehumasan Unisba, Dr. Ratri Rizki Kusumalestari, S.Sos., M.I.Kom., mengatakan, kolaborasi antara humas universitas dan agen humas di setiap fakultas, badan, serta lembaga diperlukan untuk memperluas penyebaran informasi kampus.

“Karena itu, kita perlu bersinergi agar berbagai kegiatan dan capaian di setiap fakultas, badan, dan lembaga dapat tersampaikan kepada masyarakat,” ujarnya.
Selain materi fotografi, pelatihan menghadirkan Eli Siti Wasliah, pemimpin redaksi Koran Gala, yang menyampaikan materi penulisan berita dan rilis. Sementara itu, Riza Hernawati, dosen Fakultas Ilmu Komunikasi Unisba, membawakan materi keterampilan menjadi pembawa acara atau master of ceremony (MC).
Kegiatan dilanjutkan dengan sosialisasi pengelolaan website fakultas yang disampaikan Pusat Sistem Informasi dan Teknologi (PSITEK) Unisba. Materi tersebut melengkapi kemampuan peserta dalam mengolah informasi, memproduksi konten, dan memublikasikannya melalui kanal digital kampus.

Melalui pelatihan ini, Unisba berharap agen humas dan pengelola website semakin aktif bekerja sama dengan Kehumasan Unisba dalam mengirimkan berita serta foto kegiatan. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat komunikasi institusi sekaligus mendukung terwujudnya Unisba sebagai Kampus Berdampak.
